Langsung ke konten utama

Tips Pilih PPJK

Afditya Fahlevi 22 Jan 2026
Berikut beberapa tips memilih PPJK yang berpengalaman agar kegiatan ekspor impor berjalan lancar dan minim risiko kepabeanan.

Pertama, periksa legalitas dan perizinan. Pastikan PPJK memiliki izin resmi dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta masih aktif. Legalitas yang jelas menunjukkan bahwa PPJK tunduk pada pengawasan dan standar kepatuhan yang berlaku.

Kedua, lihat rekam jejak dan pengalaman. PPJK yang berpengalaman biasanya telah menangani berbagai jenis komoditas, skema impor ekspor, serta pernah menghadapi pemeriksaan atau audit kepabeanan. Pengalaman ini penting untuk mengantisipasi potensi masalah di lapangan.

Ketiga, pahami kompetensi kepabeanan. PPJK yang baik tidak hanya mengurus dokumen, tetapi juga memahami klasifikasi HS Code, nilai pabean, fasilitas kepabeanan, serta ketentuan larangan dan pembatasan. Kemampuan analisis ini sangat menentukan akurasi pemberitahuan pabean.

Keempat, perhatikan transparansi dan komunikasi. PPJK yang profesional akan terbuka mengenai proses, biaya jasa, serta risiko yang mungkin timbul. Komunikasi yang jelas memudahkan koordinasi dan mencegah kesalahpahaman yang dapat berujung sengketa.

Kelima, evaluasi sistem kerja dan teknologi. PPJK berpengalaman umumnya telah terbiasa menggunakan sistem kepabeanan elektronik dan memiliki prosedur kerja yang rapi, terdokumentasi, serta responsif terhadap perubahan regulasi.

Keenam, cek reputasi dan referensi. Testimoni klien, rekomendasi pelaku usaha lain, atau reputasi di lingkungan kepabeanan dapat menjadi indikator kualitas layanan PPJK. Reputasi yang baik biasanya dibangun dari kepatuhan dan profesionalisme jangka panjang.

Terakhir, pastikan pemahaman etika dan kepatuhan. PPJK yang berpengalaman akan mengedepankan kepatuhan hukum, bukan mencari jalan pintas yang berisiko. Pendekatan ini penting untuk melindungi pelaku usaha dari sanksi administrasi maupun pidana kepabeanan di kemudian hari.